Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu (appendicitis) adalah akibat tersumbatnya muara usus buntu oleh berbagai hal seperti cacing, kotoran penderita yang mengering, biji jambu batu, biji cabe, tumor usus dll. Seumabatan tersebut menyebabkan produksi lendir usus buntu tidak tersalurkan ke usus besar, dan berakibat pada pembengkakan serta terjadinya infeksi di usus buntu. Dari mananya memang usus buntu hanya mempunyai satu saluran pembaungan yaitu ke usus besar, jadi kalau saluran itu tersumbat pasti produksinya akan bertumpuk. Pembengkakan dan infeksi usus buntu menyebabkan penyakit radang usus buntu yang dapat bersifat akut atau kronis. Bila tidak segera diatasi akan berakibat pada pecahnya usus dan berakhir dengan kematian penderita.

Penyakit Usus Buntu

Penyakit Usus Buntu

Penyakit Usus Buntu

Gejala penyakit usus buntu pada awalnya mirip dengan sakit lambung/maag yakni nyeri hebat du sekitar pusat atau sekitarnya, arah nyeri bergantung pada posisi usus buntu. Rasa nyeri di sekitar pusat biasanya disebabkan oleh radang usus buntuk yang arahnya dimendekati pusat. Biasanya rasa nyeri akan disertai muntah pada hari pertama. pada kasus radang usus buntu yang akut, dalam waktu 2-12 jam, rasa nyeri akan beralih pada daerah kanan bawah yang bersifat menetap dan semakin hebat nyerinya bila batuk atau berjalan.

Pada tahap awal, dapat saja penyakit usus buntu didiagnosa sebagai penyakit maag karena hanya berupa nyeri perut, rasa mual, muntah dan perut kembung. Gejala radang usus buntu dapat saja tersamar dan tak terdeteksi yang biasany diakibatkan pemakaian antibiotik tanpa resep dokter atau kaerna kondisi tubuh penderita yang kuat. Kadang kala gejala penyakit usus buntu berubah mirip dengan ileus obstuktif atau penyakit radang perut akut (dikenal sebagai masuk angin duduk di kalangan orang awam).

Bila penyakit usus buntu telah mulai membusuk atau pecah, biasanya didapatkan nyeri tekan dan nyeri lepas di seluruh dinding perut (nyeri lepas adalah nyeri yang timbul di perut segera setelah tekanan di dinding perut dilepaskan/diangkat).

Pemeriksaan Usus Buntu

Pemeriksaan laboratorium pada darah dan urin memperlihatkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih. Pemeriksaan akan semakin lengkap dan terarah bila dilakukan pemeriksaan foto rontgen dada dan perut serta pemeriksaan USG perut. Tindakan pengobatna satu-satunya yang akan dilakuakn untuk mengobati penyakit usus buntu adalah dengan membuang usus buntu yang meradang melalui tindakan operasi. Tentu tindakan operasi dilakukan setelah melakukan observasi kondisi penderita sekitar 8-12 jam (penderita yang akan dioperasi harus berpuas makan minum sekiatr 6-8 jam agar tidak muntah ketika dibius), mendapat masukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen penderita agar diagnosa tepat serta akurat.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit usus buntu adalah :

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada penyakit usus buntu adalah :

  1. Inspeksi : pada pemeriksaan ini biasanya akan ditemukan abdominal swelling dan sehingga pada pemeriksaan ini maka akan ditemukan juga suatu distensi perut.
  2. Palpasi : pada daerah perut dibagian kanan bawah jika memang ditekan maka akan terasa nyeri. Dan jika tekanan tersebut dilepas maka biasanya akan terasa nyeri lagi. Nyeri pada tekan perut sebelah kanan bawah adalah salah satu kunci dalam penegakkan diagnosis dari penyakit usus buntu. Pada penekanan dibagian perut kiri sebelah bawah maka akan terasa nyeri atau sakit pada perut kanan bagian bawah. Hal ini disebut dengan tanda Rovsing atau Rovsing Sign. Dan jika tekanan pada perut kiri sebelah bawah dilepaskan maka terasa nyeri pada bagian perut kanan bawah yang disebut dengan istilah Blumberg.
  3. Pemeriksaan pada colok dubur : Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penyakit usus buntu, untuk bisa membantu menentukan dimana letak usus buntu, kika terjadinya memang masih belum diketahui. Jika saat melakukan pemeriksa ini dan akan muncul rasa nyeri, maka kemungkinan apendiks yang mengalami peradagan terletak pada bagian daerah pelvis. Pemeriksaan ini merupakan salah satu kunci dalam penegakkan diagnosis pada apendisitis pelvika.
  4. Pemeriksaan uji psoas dan uji obturator : pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk membantu mengetahui dimana letak dari apendiks yang mengalami peradangan. Dan selain itu juga uji psoas yang dilakukan dengan adanya suatu rangsangan pada otot psoas lewat dari hiperekstensi sendi panggul sebelah kanan ataujuga fleksi aktif dibagian sendi panggul sebelah kanan, dan juga bagian pahan kanan yang ditahan. Jika apendiks mengalami peradangan dan juga menempel pada m psoas mayor, maka tindakan ini akan membuat rasa nyeri muncul. Sedangkan pada uji obturator yang dilakukan gerakan pada fleksi dan juga endorotasi sendi panggul pada saat posisi sedang telentang. Jika apendiks ini mengalami peradangan pada kontak dengan m.obturator internus yang merupakan salah satu dinding panggul kecil maka tindakan yang seperti ini akan menimbulkan rasa nyeri. Dan selain itu pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah :

  1. Laboratorium : pemeriksaan ini dibantu dengan memeriksa darah secara lengkap dan juga test protein reaktif. Pada pemeriksaan darah lengkap maka biasanya akan ditemukan antara 10.000-20.000/ ml dan neutrofilnya berada diatas 75% sedangkan pada CRP akan ditemukan sejumlah serum yang mengalami peningkatan.
  2. Radiologi : melakukan pemeriksaan Usg dan juga Ct scan.

Penyakit Usus Buntu

Posted in Penyakit Usus Buntu | Tagged , , , , | Comments Off

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya – Penyakit usus buntu dapat terjadi pada siapa saja baik anak-anak, remaja orang tua hingga usia lanjut sekalipun. Penyakit usus buntu muncul akibat pola makan yang buruk, tidak sehat dan tidak seimbang. Penyakit usus buntu ialah kantung yang terhubung pada usus penyerapan serat bagian usus yang baik ke usus besar.

Penyakit Usus Buntu

Banyak faktor penyebab timbulnya penyakit usus buntu ini. Terutama pada pola makan yang buruk, cenderung dan seringkali mengkonsumsi makanan yang pedas, asin dan asam. Begitu pula dengan minuman, seperti minuan yang mengandung karbonasi, kafein tinggi dan alkohol. Makanan dan jenis minuman tersebut itulah yang merupakan titik awal penyebab dari timbulnya penyakit usus buntu.

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya

Penyakit usus buntu juga disebabkan oleh pola makan yang buruk, ketika lapar perut justru diisi dengan makanan yang berselera pedas, kurangnya asupan gizi, nutrisi dan vitamin yang seimbang bagi keseimbangan usus. Penyakit usus buntu juga disebabkan adanya umbai cacing yang berkembang biak di dalam usus, cacing-cacing yang hidup di dalam usus ini mengerogoti makanan dan gizi penting. Tanpa disadari perut akan merasa sakit.

Gejala Usus Buntu

Gejala atau tanda awal dari penyakit usus buntu ini seperti perut terasa sakit dan nyeri, perasaan tidak nyaman di dalam perut, mual terkadang disertai oleh rasa ingin muntah, mengalami BAB, perut kembung, di malam hari suhu tubuh mengalami demam tinggi serta kehilangan nafsu makan.

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya ini kebanyakan dilalui dengan cara pembedahan atau pemotongan usus buntu di bagian usus 12 jari. Untuk pencegahan terbaik penyakit usus buntu ini dapat dilakukan dengan cara Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya alami dan tradisional, seperti :

  1. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti berbagai macam jenis buah dan sayuran hijau alami
  2. Menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang memungkinkan timbulnya penyakit usus buntu. Terlebih lagi jika penderita menderita sakit maag.
  3. Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya dengan Mengatur dan menyeimbangkan pola hidup, pola makan dan istirahat yang cukup
  4. Rutinlah buang air besar minimal 1 kali sehari setiap pagi hari
  5. Perbanyak konsumsi air putih untuk membantu memetabolisme berbagai jenis makanan di dalam usus. Agar sisa-sisa makanan tidak menjadi sampah di usus

Gejala usus buntu yang terjadi biasanya adalah rasa sakit pada bagian perut. Kemudian rasa sakit ini kemungkinan akan semakin bervariasi, semuanya tergantung dari posisi usus buntu. Pada anak kecil atau juga pada wanita hamil, sakit yang terjadi pada penyakit radang usus buntu biasanya akan terjadi pada tempat yang berbeda. Tekadang disaat perut sedang sakit maka orang jarang berpikir bahwa mereka menderita penyakit usus buntu dan merek menduganya sebagai sakit maag. Namun penyakit radang usus buntu biasanya akan menunjukkan beberapa gejala yang khas.

Gejala penyakit radang usus buntu adalah :

  1. Rasa sakit yang akan terasa dimulai dari arah pusar dan biasanya akan terasa pada bagian bawah kanan perut.
  2. Rasa sakit ini kemudian akan terasa menjadi semakin lama misalnya selama berjam-jam
  3. Rasa sakit akan semakin muncul dan timbul jika pada bagian daerah perut sebelah kanan bawah ditekan dan setelah itu tekanan dengan cepat dilepaskan.
  4. Nyeri akan semakin memburuk dan semakin parah jika disertai dengan batuk, berjalan atau juga sedang melakukan suatu gerakan lainnya yang membuat tubuh terguncang.
  5. Kehilangan nafsu makan yang lama kelamaan semakin menurun
  6. Mual dan juga muntah akibat adanya suatu hambatan pada usus.

Jika gejala awal tersebut terjadi, maka lama kelamaan akan disertai dengan terjadinya beberapa hal dibawah ini :

  1. Konstipasi atau susah buang air besar, namun kemungkinan terjadinya penyakit diare juga bisa saja terjadi.
  2. Suhu tubuh pada pasien yang mengalami peningkatan sebesar 99-102 derajat farenheit
  3. Takikardia
  4. Mengalami perforasi atau infarksi apendiks yang diindikasikan dengan terjadinya pemberhentian nyeri abdominal dengan tiba-tiba.

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya

Banyak mitos dan omongan yang mengatakan bahwa biji-bijian merupakan salah satu penyebab dari terjadinya usu buntu. Selama ini kebanyakan orang menganggap bahwa usus buntu diakibatkan karena mengonsumsi makanan seperti biji-bijian yang susah dicerna dengan baik. Dan anggapan ini masih dianggap antara tidak benar dan juga tidak salah. Penyumbatan yang terjadi pada daerah ini memang bisa menyebabkan terjadinya masalah usus buntu. Penyumbatan yang terjadi ini biasanya diakibatkan karena sisa makanan dalam bentuk tinja atau juga feses.

Sisa makanan dan juga tinja yang mengalami pengerasan tadi kemudian akan terjebak di dalam lubang rongga sehingga lama kelamaan menyebabkan terjadinya suatu penyumbatan, dan penyumbatan ini yang akan membuat bakteri atau juga virus menjadi terperangkap di dalam usus buntu sehingga lama kelamaan akan memicu untuk terjadinya suatu infeksi. Infeksi inilah yang kemudian akan membuat terjadinya penyakit radang usus buntu.

Selain itu, mengonsumsi cabai atau juga jambu yang disertai dengan bijinya merupakan salah satu jenis makanan yang tidak akan bisa tercerna dengan baik sehingga masuk menyebabkan masuk ke dalam saluran usus buntu dan dikenal sebagai benda asing. Oleh sebab itulah, dalam melakukan pencegahan pada penyakit radang usus buntu maka sangat disarankan sekali mengonsumsi jenis makanan yang mengandung serat tinggi seperti sayuran dan juga buah-buahan. Karena makanan yang mengandung serat akan membantu melancarkan proses pencernaan dan membuat proses penumpukan tinja menjadi teratasi.

Penyakit Usus Buntu dan Pencegahannya

Posted in Penyakit Usus Buntu | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya – Penyakit usus buntu sering pula disebut dengan apendicitis atau ujung usus. Penyakit usus buntu terjadi karena tersumbatnya muara usus buntu oleh berbagai hal seperti cacing, kotoran penderita yang mengering atau biji jambu batu, penyakit tumor usus, atau lain-lain. Sumbatan itu mengakibatkan lendir usus buntu tidak dapat tersalurkan ke luar (usus besar), sehingga terjadi pembengkakan serta infeksi serius dari usus buntu itu.
Penyebab dari penyakit usus buntu

Penyakit Usus Buntu

Dengan demikian usus buntu itu merupakan bagian dari usus yang terletak di sebelah kanan bawah perut dengan fungsi yang tidak jelas. Ada sebagian orang beranggapan usus buntu sebagai alat yang perlu bagi pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. Selama usus buntu tidak banyak ulah dan tidak meradang, maka posisinya tidak masalah. Namun usus buntu bisa berbahaya bila usus buntuk mengalami peradangan atau infeksi.
Pada tahap pertama kemungkinan peradangan itu tidak terlalu berat dan leluasa sehingga orang masih dapat mengatasinya. Tetapi bila usus buntu kumat, keadaan demikian menunjukkan penderita mempunyai peradangan usus buntu yang menahun. Padahal selanjutnya penderita mulai sakit dapat mengalami peradangan usus buntu pada tahap dinding usus buntu mengalami kebocoran dan rapuh.

Bila kondisi ini terjadi, isi usus buntu dapat masuk rongga perut oleh sebab itu, kuman-kuman yang berasal dari isi usus itu menjadi peradangan selaput dinding bagian luar serta pembungkus usus. Penderita sangat menderita dan bila tidak ditolong dengan cepat dapat menyebabkan penderita bisa mengalami kematian.

Peradangan usus buntu dapat pula terjadi pada jairngan pencernaan usus menutupi bagian usus buntu yang meradang untuk menjaga kebocoran. Kondisi ini dapat teraba dari luar sebagai tumor. Penyakit untuk penyembuhan penderita harus dirawat di rumah sakit. Baru kemudian perlu waktu untuk operasi. Namun ada bedah memerlukan waktu yang lebih singkat.

Penyebab penyakit usus buntu adalah makanan pedas dan jeroan atau usus sapi atau kambing. Oleh sebab ituah sering terjadi pemasangan sehingga timbul gejala sakit dan panas. Ketidakteraturan waktu buang air besar dapat pula menyebabkan si penderita tidak merasa nyaman. Kesibukan dan pola makan tidak teratur dapat menyebabkan si penderita dihinggapi penyakit usus buntu. Banyak orang yang tidak memerlukan perawatan dirumah sakit untuk mengatasi penyakit usus buntu ini, karena hal-hal yang dapat terasa tidak begitu menyakitkan. Emosi kadang-kadang dapat pula menyebabkan penyakit ini kambuh dan rasa sakit atau radang usus buntu ini. Disamping itu penyakit darah tinggi bisa pula memicu radang usus buntu ini.

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

Melakukan pencegahan tentu saja jauh lebih baik daripada melakukan Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya setelah munculnya penyakit usus buntu itu. Untuk berjaga-jaga jangan sampai terserang oleh penyakit yang cukup berbahaya itu, mungkin lebih baik menghindari untuk mengonsumsi buah jambu biji, dengan biji-bijinya yang cukup keras dan tidak mudah larut bersama makanan lain. Disinyalir salah satu penyebab penyakit usus buntu ini adalah adanya biji jambu biji yang tersangkut pada organ tubuh itu yang tidak bisa dikeluarkan dan makin lama usus buntu akan menimbulkan infeksi.

Juga amat disarankan pada Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya agar setiap orang dapat mengatur pola makannya yang sehat agar daya penangkal tubuhnya tidak bisa dikalahkan oleh kuman-kuman penyakit apapun juga, termasuk serangan penyakit usus buntu itu. Kemudian rasa sakit yang ditimbulkan oleh usus buntu yang meradang, karena adanya penutupan jaringan di sekitar usus buntu. Jaringan ini baru dapat dengan penggantung usus yang bebas bergerak dalam batas-batas tertentu. Akibat peradangan usus buntuk seakan terjadi suatu kesatuan yang tampak seperti tumor.

Tentu saja pada ketika itu tidak dapat dilakukan tindak operasi sebab dilakukan akan terjadi pendarahan yang hebat akibat adanya infeksi. Selain itu jaringan di sekelilingnya sangat rapuh, sehingga usaha penjahitan jaringan usus pada bekas tempat usus buntu yang diangkat akan sangat sulit. Oleh sebab itu, penderita akan dirawat di rumah sakit dengan pemberian antibiotika kadar tinggi untuk mencegah terjadinya infeksi. Setelah infeksi akut teratasi, tubuh diberi waktu untuk memulihkan daerah yang sakit sehingga pembengkakan dari radang dianggap tidak ada lagi.

Sebenarnya di dalam tubuh juga harus melakukan salah satu usaha untuk bisa mempertahankan dan juga untuk membatasi proses dari terjadinya peradangan ini. Caraya adalah dengan cara menutup apendiks dengan omentum dan juga pada usus halis sehingga akan terbentuk massa periapendikuler yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks. Dan dialamnya bisa terjadi suatu proses nekrosis pada jaringan berupa abese yang bisa mengalami salah satu proses perforasi. Tetapi, jika tidak terbentuk suatu abses, maka apendiks biasanya akan sembuh dengan sendirinya dan periapendikuler akan lebih tenang lagi dan selanjutnya akan mengurangi dirinya dengan lebih lambat.
pada anak-anak dengan omentum yang ukurannya lebih pendek, maka apendiks yang lebih panjang ukurannya, serta dinding dari apendiks yang jauh lebih tipis, serta sistem daya tahan tubuh yang masih kurang, dan bisa membuat proses perforasi terjadi lebih mudah. Sedangkan pada orang tua, proses perforasi yang lebih mudah terjadi akibat adanya suatu gangguan pada pembuluh darah.

Penyakit Usus Buntu dan Pengobatannya

Posted in Penyakit Usus Buntu | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Usus Buntu dan Gejalanya

Penyakit Usus Buntu dan Gejalanya

Penyakit Usus Buntu dan Gejalanya

Penyakit Usus Buntu dan Gejalanya – Penyakit usus buntu atau appendix vermiformis adalah organ yang terdapat pada tubuh manusia yang terletak di sebelah kanan bawah rongga perut. Usus buntu memiliki fungsi sebagai organ imunologik yang berperan aktif dalam sekresi immunoglobulin atau sejenis suatu kekebalan tuuh yang berisi kelenjar limfoid.

Penyakit Usus Buntu

Penyakit usus buntu atau yang dalam bahasa kedokterannya disebut dengan appendicitis terjadi akibat tersumbat aliran usus buntu yang disebabkan oleh berbagai hal seperti cacing dalam perut atau usus, di dalam kotoran yang mengering namun sulit untuk dikeluarkan dan mengendap di dalam perut atau usus, adapula penyebab lainnyang disebabkan oleh konsumsi makanan pedas seperti sambel yang cabenya masuk ke dalam rongga usus sehingga aliran makanan terhambat oleh biji cabe dan terkadang disebabkan pula oleh perut yang terasa panas karena terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas.

Umumnya penyakit usus buntu ini sama halnya dengan penyakit gangguan lambung. Karena sama-sama merasakan nyeri perut. Usus buntu yang disebabkan oleh produksi lendir yang tidak tersalurkan ke usus besar dan mengakibatkan pembengkakan serta terjadinya infeksi di dalam usus buntu.

Saluran usus yang tersumbat dengan produksi makanan yang semakin menumpuk di dalam usus. Usus kemudian mengalami pembengkakan dan infeksi usus buntu yang menyebabkan penyakit radang usus buntu yang dapat bersifat akut atau kronis.

Usus buntu yang mulai meradang, besar kemungkinan akan pecah. Tentunya hal ini aan membahayakan jiwa penderitanya. Tak sedikit orang yang mengalami penyakit usus buntu. Namun penyakit usus buntu ini terbilang mudah untu dideteksi dan didiagnosis, seseorang yang sudah terdiagnosis usus buntu, umumnya dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi dengan memotong dan membuang bagian usus yang meradang, agar tidak semakin parah dan menimbulkan komplikasi pada penyakit lain.

Penyakit usus buntu dapat bersifat akut dan kronis jika pemeriksaan dan pengobatannya terlambat ditangani atau diketahui. Semakin lama menyimpan penyakit usus buntu ini, penderita tentunya akan semakin tersiksa.

Gejala Usus Buntu

Untuk mengenali penyakit usus buntu yang bersifat akut atau kronis. Dapat dipelajari dengan beberapa gejala berikut :

1. Gejala usus buntu akut

Seseorang yang umumnya mengalami penyakit usus buntu akut akan mengalami suatu gejala atau tanda yang dapat dirasakan seperti mual, rasa ingin muntah, nyeri perut kanan bawah, akan terasa sakit ketika berjalan, terkadang menimbulkan sakit kepala.

2. Gejala usus buntu kronik

Untuk gejala usus buntu kronik ini hampir sama dengan gejala sakit maag atau sakit lambung pada umumnya. Usus buntu juga dapat timbul akibat sakit maag yang diderita terlalu lama. Sering kali disertai rasa mual, bahkan terkadang sering muntah, nyeri perut kanan. Beberapa orang yang mengalami penyakit usus buntu kronik ini harus menjalani perawatan dan pengobatan dengan jalan operasi pengangkatan usus buntu.

Disaat seseorang sudah positif mengalami penyakit usus buntu, maka hal yang harus dilakukan adalah mendapatkan penanganan yang tepat. Melakukan pemeriksaan ke dokter, karena jika usus buntu tidak segera diatasi maka akan menyebakan usus buntu yang mengalami penyumbatan tadi lama kelamaan akan pecah dan akan menjadikan kantung yang mengalami peradangan pada bagian luar usus sehingga akan menimbulkan terjadinya nanah. Pada tahap selanjutnya, benda yang asalnya dari usus buntu itu akan masuk ke dalam rongga perut sehingga akan menyebabkan terjadinya suatu peradangan yang lebih serius lagi.

Penyakit usus buntu dan gejalanya :

  1. Demam dan juga menggigil
    Salah satu gejala usus buntu adalah penderitanya akan merasakan demam dan menggigil serta gemetaran. Ini bisa dianggap sebagai salah satu demam jika memang terjadi diatas 39 derajat celcius serta disertai dengan adanya rasa nyeri dan sakit pada bagain perut yang membuat seseorang menjadi susah untuk berdiri dan kemungkinan besar gejala seperti ini adalah salah satu gejala usus buntu.
  2. Nyeri dibagian pusar
    Lazimnya rasa yang muncul seperti rasa sakit pada mereka yang menderita penyakit usus buntu adalah rasa sakit pada bagian sisi kanan dibawah perut. Namun rasa awal yang dirasakan adalah rasa tidak nyaman pada daerah pusar dan lama kelamaan rasa sakit tadi akan pindah ke bagian sebelah kanan bawah. Namun rasa sakit ini juga akan dirasakan oleh anak dan wanita hamil seperti terasa dibagian perut, dan setelah itu gejala ini semakin memburuk jika adanya gerakan pada kaki, bersin, batuk, atau juga mengalami sentakan.
  3. Rasa sakit yang lama kelamaan semakin memburuk untuk sebagian kasus yang lebih parah lagi, maka rasa sakit ini juga akan terasa. Bahkan untuk beberapa orang hanya terjadi selama beberapa jam rasa sakit ini dan akan terjadi dengan semakin meningkat dengan lebih cepat lagi.
  4. Nafsu makan yang hilang, rasa mual dan juga muntah. Disaat seseorang sedang menderita penyakit usus buntu, maka biasanya nafsu makan mereka akan hilang dan menurun selama beberapa hari disertai dengan adanya mual dan juga muntah ringan. namun jika selama 2-3 hari gejala ini berkurang dan semakin membaik maka kemungkinan besar hal yang bisa terjadi adalah bukan penyakit usus buntu. Namun jika gejala yang terjadi semakin buruk dan juga disertai dengan rasa sakit pada bagian perut kanan dibawah dan segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.
  5. Sembelit atau penyakit diare.  Biasanya seseorang yang terkena masalah sakit perut dan umumnya akan merasakan suatu sembelit atau penyakit diare. Jika memang penyakit diare yang disertai dengan adanya banyaknya lendir, rasa sakit pada bagian perut bawah kanan lakukanlah pemeriksaan ke dokter.

Penyakit Usus Buntu dan Gejalanya

Posted in Penyakit Usus Buntu | Tagged , , , , | Leave a comment

Penyakit Usus Buntu Pada Anak

Penyakit Usus Buntu Pada Anak – Apendiks (usus buntu/umbai cacing) adalah suatu badan kecil berlumen seperti usus, banyak mengganggap merupakan bagian dari usus halus, tetapi menempel pada usus besat dan belum diketahui pasti kegunaan cabang usus yang kecil ini. Seperti terlihat pada anak yang dibuang usus buntunya kelihatannya tidak menimbulkan komplikasi apa-apa. Ukuran usus buntu sebesar jari telunjuk.

Penyakit Usus Buntu Pada Anak

Penyakit Usus Buntu Pada Anak

Penyakit Usus Buntu

Badan ini mudah meradang, terutama bila bagian kotoran atau sisa makanan masuk ke dalam lumen usus buntu. Yang masuk ke dalam lumen usus buntu sering juga parasit seperti cacing. Kalau apendiks meradang, timbul rasa sakit dan usus buntu bengkak. Peradangan berlanjut dengan pernanahan, gejala nyeri dan demamn semakin berat.

Penyakit Usus Buntu Pada Anak (umbai cacing) sering merupakan keadaan darurat yang memerlukan tindakan operasi pada anak-anak, sering salah hingga peradangan usus buntu sudah menjadi pecah (ruptur dan perforasi). Insiden perforasi sampai 40 % kasus apendisitis anak-anak. Hal ini karen keterlambatan diagnosis. Perforasi biasanya timbul setelah 36-40 jam terjadi tanda-tanda peradangan.

Di Amerika, Penyakit Usus Buntu Pada Anak termasuk penyakit yang sering memerlukan tindakan operasi. Dan sering menimpa anak usia sekolah, meskipun sebenarnya bisa juga menyerang anak usia lebih muda. Peradangan usus buntu bisa saja terjadi pada setiap umur, juga pada umur bayi (< 1 tahun). Radang umbai cacing (usus buntu) lebih sering pada anak laki-laki dibanding anak perempuan dan lebih sering terjadi pada usia anak-anak dibanding usia dewasa muda (terutama pada umur 10-30 tahun). Radang usus buntu jarang pada anak berumur < 5 tahun, tapi mulai meningkat pada anak usia sekolah dan mencapai puncaknya pada kelompok umur belasan tahun.

Kelihatannya juga sering terdapat pada satu keluarga dibanding pada keluarga lain. Penyakit usus buntu, termasuk penyakit yang makin memburuk dengan bertambahnya waktu.

Gejala Usus Buntu

Gejala usus buntu dan tanda apendisitis pada anak

Sering para petugas kesehatan bingung menetapkan gejala penyakit usus buntu, karen tidak jarang seperti gejala sakit flu perut (gastroenteritis). Di samping itu tidak ada gejala yang khas untuk penyakit usus buntu pada anak usia sekolah.

Bagi dokter, begitu diagnosis diarahkan pada apendisitis, mulai fasilitas untuk operasi dipersiapkan. Operasi dilakukan dengan bius umum dan dilakukan sayatan kecil pada dinding perut untuk melihat dan rongga perut untuk mengetahui bagaimana kondisi usus buntu, kemudian diangkat bila terlihat ada tanda-tanda peradangan. Lama waktu operasi bisa sampai 1 jam, apalagi bila usus buntu sudah mengalami pernanahn dan nanah (pus) sudah menyebar ke seluruh rongga perut. Bila usus buntu yang meradang belum menyebar ke rongga perut biasanya anak boleh pulang setelah 3 hari perawatan.

Masih banyak gangguan lainnya yang bisa menimbulkan gejala-gejala yang lebih mirip dengan penyakit usus buntu, misalnya adalah seperti gastroenteritis virus, divertikulum Mecekel, intususepsi, dan juga akibat penyakit Chron. Dan biasanya anak-anak yang tidak mempunyai gejala usus buntu dan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan khas dan paling utama jika terjadi penyakit usus buntu tidak berada pada tempat yang shearunya yakni pada daerah perut bagian sebelah kanan bawah.

Diganosis mengenai penyakit usus buntu pada anak biasanya harus ditegakkan dengan cara melakukan pemeriksana ultrasonografi, sehingga dengan menghindari paparan dari radiasi yang terjadi pada anak. Dan jika memang tidak mencukupi, maka bisa dilakukan dengan suatu pemeriksaan CT scan perut atau juga melakukan laparoskopi untuk membantu melihat bagian dari dalam perut. Pemeriksaan fisik yang dilakukan secara berulang, dan paling uyama adalah anak-anak dengan rasa sakit pada perut yang terjadi tidak khas, dan bisa membantu dokter dalam memastikan apakah adanya penyakit usus buntu atau tidak.

Pengobatan Usus Buntu

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit usus buntu anak adalah dengan mengangkat usus buntu mereka yang mengalami peradangan lewat pembedahan. Dan tindakan dari operasi ini biasanya merupakan salah satu cara yang cukup sederhana dan juga cukup aman. Biasanya pengobatan dengan teknik pembedahan ini hanya membutuhkan rawat inap selama 2-3 hari untuk kasus yang tidak menunjukkan suatu komplikasi. Namun, jika penyakit usus buntu sudah pecah, maka hal yang harus dilakukan adalah pengangkatan usus buntu. Dan selain itu juga rongga perut harus dicuci. Setelah melakukan operasi, harus segera dipantau apakah mengalami komplikasi yang terjadi misalnya adalah infeksi atau juga akibat sumbatan di dalam usu.

Dan sekitar kasus 10-20%, maka banyak ditemukan penyakit usus buntu s ecara normal saat sedang melakukan penyakit usus buntu. Namun temuan inin biasanya tidak dianggap sebagai salah satu bentuk kesalahan medis, karena jika memang dicurigai terjadi suatu masalah penyakit usus buntu dan juga tindakan operasi yang memang ditunda dan pada akhirnya akan menimubulkan suatu masalah yang lebih serius lagi. Jika penyakit usus buntu ditemukan secara normal, biasanya penyakit usus buntu akan tetap mendapatkan penanganan dengan cara diangkat sehingga anak tersebut biasanya tidak akan mengalami masalah penyakit usus buntu lagi dan setelah itu dokter bedah biasanya akan mencari apakah ada penyebab usus buntu yang lain dan juga timbulnya suatu rasa sakit pada perut. Tanpa suatu teknik pembedahan atau juga penggunaan obat antibiotik, yang lebih dari sekitar 50% pada penderita penyakit usus buntu yang mengalami kematian.

Penyakit Usus Buntu Pada Anak

Posted in Penyakit Usus Buntu | Tagged , , , , | Leave a comment